AHY Cawapres Potensial

Menjelang setahun pelaksanaan Pemilihan Presiden pada April 2019 yang akan datang, elektabilitas Komandan Kogasma Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono sebagai kandidat Wakil Presiden pada Pilpres mendatang makin kuat. Bahkan dalam beberapa kali dilakuka jajak pendapat publik, elektabilitas Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebagai figur bakal calon wakil presiden selalu diberada diposisi teratas.

Terakhir lembaga konsultan politik Cyrus Network yang menempatkan AHY sebagai Cawapres paling potensial. Namun, jauh sebelum itu, Roda Tiga Konsultan (RTK) telah jauh hari menegaskannya.

“Survey cyrus soal AHY  mirip dengan temuan survey Roda Tiga Konsultan (RTK) SEPTEMBER 2017,” demikian twit yang disampaikan akun  @Demokrat_TV (yang memiliki pengikut 6,44 juta; akun twitter ranking ke-24 se-Indonesia), Jumat (20/4).

Demokrat_TV kemudian menautkan hasil survei yang digelar RTK pada September 2017, dan dilansir akun  @Demokrat_TV pada 28 Maret 2018.

Saat itulah ditemukan hasil mengejutkan. AHY sudah punya potensi poros ketiga, serta bisa berpasangan dengan Jokowi atau Prabowo dengan elektabilitas menunjang.

“AHY anak emas dan dikarbit, apa benar?. Data riset yang ditemukan Ricola Fedri -surveyor berintegritas- saat survey september 2017 lah yang temukan hasil mengejutkan. AHY sudah punya potensi poros ketiga, serta bisa berpasangan dg Jokowi atau Prabowo dg elektabilitas menunjang,” ujar @Demokrat_TV.

Berdasarkan survei RTK, saat itu, jika dibuat simulasi Jokowi lawan AHY dalam pilpres, elektabilitas AHY mencapai 13,6 persen; Jokowi 46,8 persen dan yang belum menentukan  39,6 persen.

Jika disimulasikan, pasangan Jokowi-AHY berhadapan dengan pasangan Prabowo-Gatot Nurmantyo; Prabowo-Ahmad Heryawan; Prabowo-Anies Baswedan maka pasangan Jokowi-AHY menang telak dengan raihan 36,7-38,2 persen, sedangkan capaian Prabowo dan ketiga pasangannya hanya berkisar 23,0-27,2 persen.

Diketahui pula, sekitar 35,3 hingga 38,8 persen masyarakat belum menentukan pilihan.

Angka yang dicapai pasangan simulasi Jokowi-AHY bahkan berada  di atas pasangan Jokowi-Puan atau Jokowi-Gatot. Artinya saat itu, RTK sudah menyimpulkan bahwa AHY adalah cawapres paling potensial.

Kembali ke survei Cyrus, menurut Managing Director Cyrus Network Eko Dafid Afianto, elektabilitas AHY,  mantan perwira TNI dengan pangkat terakhir mayor itu mengalahkan 19 nama lain yang selama ini cukup dikenal publik. Angkanya mencapai 15 persen.

Selanjutnya, di bawah AHY ada mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo (10 persen). Bahkan untuk posisi cawapres, putra Ketua Umum Partai Demokrat (PD) Susilo Bambang Yudhoyono itu mengalahkan Ketua Umum DPP Partai Gerindra Prabowo Subianto yang memiliki elektabilitas 9,1 persen.

Elektabilitas Prabowo untuk posisi cawapres bersaing dengan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang sama-sama di angka 9,1 persen. “Kemudian Ketua Umum DPP Perindo Hary Tanoesoedibjo (8,8 persen), Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti (4,9 persen) dan mantan Ketua MK Mahfud MD (4,8 persen),” ujar Eko saat merilis hasil survei di Cikini, Jakarta Pusat, Kamis (19/4).

Di luar nama itu ada sejumlah figur lain. Yakni Menteri Keuangan Sri Mulyani (4 persen), Gubernur Jawa Timur Soekarwo (2,9 persen), Menko PMK Puan Maharani (2,8 persen), Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar (2,6 persen), Gubernur NTB Tuan Guru Bajang M Zainul Majdi (2 persen), Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (2 persen), serta Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian dan pengusaha sukses Chairul Tanjung masing-masing 1,1 persen.

“Survei ini merekam persepsi publik bahwa elektabilitas Anies malah berada di bawah AHY, kompetitornya di Pilkada DKI. Ini menunjukkan Anies belum berhasil mengapitalisasi posisinya sebagai gubernur DKI,” ulas Eko.

Lebih lanjut Eko mengatakan, Anies seharusnya bisa membuat gebrakan dan menyedot perhatian publik. Namun dari hasil survei hal itu tidak terlihat.

Survei Cyrus Network dilaksanakan pada 27 Maret hingga 3 April dengan jumlah responden 1.230 orang yang tersebar di 123 desa/kelurahan terpilih di 34 provinsi. Survei dengan metode wawancara lewat tatap muka itu memiliki margin of error 3 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

 

sumber : politiktoday.com

Komentar Anda

Komentar Anda