Cerita SBY dan Istrinya Kabur dari Istana Negara

Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono bersama istrinya Ani Yudhoyono ternyata pernah kabur dari Istana Negara, Jakarta. Mereka kabur dan pergi ke suatu tempat yang berada di Pandeglang, Banten.

Hal itu diungkapkan SBY sapaan Susilo Bambang Yudhoyono di hadapan ratusan nelayan di TPI Labuan, Kabupaten Pandeglang, Banten, Sabtu, 21 April 2018.

SBY menjelaskan, keduanya kabur dari Jakarta pukul 03.00 WIB, sebelum subuh datang dan tiba di Banten, pagi hari, sebelum matahari terik.

“Tanpa sepengetahuan siapa pun, termasuk wartawan, saya berangkat subuh. Daerah pertama yang saya datangi ke sini (TPI) Labuan,” kata SBY.

Susilo BAmbang Yudhoyono.

 

Kaburnya SBY di periode pertamannya menjadi presiden itu, diakui SBY, menghasilkan banyak kebijakan, seperti Bantuan Langsung Tunai (BLT), Kredit Usaha Rakyat (KUR), Program Keluarga Harapan (PKH) hingga PNPM.

“Saya datang ke sana kemari, untuk mengetahui keadaan rakyat. Tidak masuk televisi (pemberitaan) tidak masalah, karena untuk rakyat,” kata dia.

Diketaui, saat ini SBY tengah melakukan kunjungan untuk menyambangi delapan kabupaten dan kota di Banten selama satu pekan, sejak tanggal 19-24 April 2018. Menurutnya dengan kedatangganya kali ini mampu menaikkan elektabilitas Partai Demokrat. Terutama, mempromosikan kinerja ekonomi di masa kepemimpinannya.

“Kehadiran Pak SBY, memberikan kemanfaatan dan kebaikan untuk banyak hal.  Terutama untuk reorganisasi Partai Demokrat. Sehingga semakin solid dalam rangka persiapan pilkada dan pilpres serta pileg,” kata Rahmat, pengamat dari STIE Dwi Mulya Banten, melalui pesan singkatnya.

Rahmat menjelaskan, kehadiran SBY juga mampu mensolidkan kadernya untuk bertarung di Pilkada serentak 2018. Di mana, dua kadernya maju sebagai calon. Di Kabupaten Lebak ada Iti Octavia Jayabaya dan ada Araief R Wismansyah di Kota Tangerang.

“Munculnya SBY akan mendongkrak perolehan suara Demokrat di Banten. Meski sebenarnya perolehan (suara) Pileg dan Pilpres, jika merujuk pengalaman yang ada, akan sangat ditentukan menit-menit terakhir jelang pemilihan,” kata Leo Agustino, pengamat politik dari Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) Banten, melalui pesan singkatnya.

Komentar Anda

Komentar Anda