Dari Hoax Hingga Persekusi. Ini Salah Siapa ?

 

Kehidupan masyarakat dalam berbangsa dan bernegara kembali menemukan ujian. Beberapa waktu lalu kita sempat dihebohkan dengan istilah _hoax_. Suatu pemberitaan palsu dan kebohongan yang diproduksi secara massif di media sosial. Akibat _hoax_ tersebut, muncul sikap saling curiga, saling serang dan memfitnah antara satu sama lain, akibatnya kehidupan kebangsaan kita menjadi tidak harmonis sampai saat ini.

Disaat energi kita sedang melawan _hoax_, kita kembali dikejutkan dengan fenomena yang kini marak terjadi yakni _persekusi_. _Persekusi_ merupakan tindakan sewenang-wenang yang menyerang individu atau kelompok tertentu Atas postingan di media sosial.  Hal tersebut dilakukan secara sewenang-wenang dan tentu itu sangat berbahaya baik secara psikis maupun fisik.

Fenomena ini muncul dengan mempertontonkan kembali kebencian dan sikap-sikap yang dapat merusak tali persaudaran kita. Salah satu contohnya adalah pengakuan dokter Fiera Lovita di Solok, Sumatera Barat, yang merasa terancam setelah didatangi kelompok tertentu terkait unggahannya di media sosial. Tentu ini haruslah dikaji dari dua sisi berbeda, yakni sebab-akibat.

Menurut Pegiat media sosial, Nukman Luthfie mengatakan, kejadian ini sudah berlangsung sejak 27 Januari dan hingga kini sudah ada 54 pengguna media sosial yang di persekusi.
Tentu ini hal yang tidak dapat dibiarkan saja. Trend meningkatnya _persekusi_ ini harus segera diatasi. Muncul pertanyaan sederhana, sampai kapan kita terus menunjukan sikap saling benci dan sewenang-wenang? karena jika hal ini dibiarkan terus, bangsa ini suka atau tidak suka menuju ke arah kehancuran.

Berkaitan dengan hal tersebut maka tidaklah berlebihan jika kita kembali mempertanyakan soal peran dan tanggung jawab pemerintah. Agar ada upaya maksimal akan situasi yang berkembang.

Maka dari itu perlu untuk kembali membangun kesadaran berkomunikasi yang santun baik dalam kehidupan keseharian dan di media sosial. Harus ada pengawasan yang serius sebagai bentuk mencegah dan mendeteksi dini hal-hal yang tidak kita inginkan. Ruang sosial media yang begitu bebas mensyaratkan suatu upaya baru dari pemerintah, sehingga nantinya kita tidak bisa menyalahkan _hoax_ atau  _persekusi_  karena Ada hubungan sebab-akibat dari setiap fenomena yang terjadi.

Dengan komitmen bersama dan upaya sadar dari setiap stake holders bangsa ini maka spirit kelahiran pancasila yang baru kita rayakan menjadi berarti dan bermartabat.

Tidak ada yang perlu berlagak _sok_ pahlawan dalam menyelesaikan masalah mulai dari _hoax_ sampai _persekusi_. Tetapi yang diperlukan adalah kesadaran bahwa mengapa hal ini terjadi dan terus menggerogoti kita ?.
Karena hanya demikianlah, kita akhirnya tahu bahwa siapa kita dan apa tugas kita, baik itu sebagai masyarakat dan juga khususnya pemerintah

 

Oleh: Ir. Rudi Kadarisman

(Kepala Divisi Pengamanan Internal DPP Partai Demokrat)

Komentar Anda

Komentar Anda