Demokrat gelar pasar murah, SBY sebut karena rakyat banyak alami kesulitan

Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengaku, menemui banyak rakyat kecil yang merasakan kesulitan hidup. Hal ini dia mengaku didapat selama melakukan lawatan ke sejumlah daerah. SBY menyebutkan, setiap bertemu dengannya, orang-orang itu meminta untuk dibantu.

“Apa yang saya ingin ceritakan? setiap kami berkunjung dan bertemu rakyat, mereka katakan pak SBY partai Demokrat tolong bantu rakyat kecil,” ungkap SBY, di DPP Partai Demokrat, Jl Proklamasi, Jakarta Pusat, Kamis (7/6).

SBY menceritakan, orang-orang kurang mampu itu mengatakan padanya bahwa mereka memiliki penghasilan yang pas-pasan dan mengalami kesulitan dalam kehidupan sehari-harinya.

“Kami termasuk golongan kurang mampu yang perlukan bantuan,” ujar SBY meniru perkataan mereka.

SBY mengaku apa yang dilihat, didengar, dan ditemuinya secara langsung bukan lah mengada-ada. Hal ini, kata dia, bukan semata-mata terkait politik. Dia pun mengabadikan perkataan yang keluar dari rakyat kurang mampu itu lewat video, audio maupun foto.

“Saya simpan, tidak sebar luaskan, nanti salah terima (dikira) saya berpolitik,” sebut SBY.

Presiden kelima RI ini menegaskan, negara wajib peduli untuk memberikan bantuan terhadap rakyat yang mengalami kesulitan hidup. Karena ini juga, SBY mengatakan partainya menggelar gerakan pasar sembako murah seperti yang dilakukan pada hari ini dan pada waktu sebelumnya di sejumlah daerah.

Dia mengklaim, akan terus melaksanakan pasar sembako murah pada setiap bulannya, selain di bulan Ramadan.

“Insya Allah setiap bulan Partai Demokrat akan laksanakan pasar murah, sampai masyarakat kita punya daya beli sampai memenuhi kebutuhan hidup,” imbuhnya.

SBY pun tak lupa menegaskan, bahwa pasar sembako murah yang digelar partainya murni urunan oleh para kader Demokrat.

“Urunan para kader Demokrat, ikhlas sukarela bukan uang negara. Akhirnya dijadikan satu dijadikan pasar murah,” kata SBY.

Dia mengajak pada seluruh kader Demokrat, ada Pemilu atau tidak tetap melanjutkan gerakan serupa.

“Terus lah buat seperti itu, sepanjang masa jadi bagian ibadah,” ujarnya.

 

sumber : www.merdeka.com

Komentar Anda

Komentar Anda