Gugurnya 5 Orang Polisi, Kelalaian Polri Jaga Profesionalitas Kerja

CEROBONGASAP.COM – Polisi Republik Indonesia berduka. Kerusuhan yang dilakukan 155 narapidana teroris di Rumah Tahanan Markas Komando Brimob Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, harus mengorbankan lima orang polisi meninggal dunia dan satu orang polisi yang disandera harus dilarikan ke rumah sakit.

Kerusuhan bermula terjadi pada Selasa (8/5/2018) malam. Alasannya, kerusuhan tersebut diduga karena hal yang sepele, yaitu narapidana teroris meminta makanan kepada polisi yang berjaga. Namun, nyatanya makanan itu tidak ada. Akibatnya, kerusuhan terjadi dan 155 narapidana teroris menguasai tiga blok Rutan Mako Brimob, lima orang polisi gugur dan satu orang disandera selama 36 jam.

WhatsApp Image 2018-05-10 at 17.29.20Menyikapi hal itu, saya sebagai anak seorang polisi, sangat bangga dengan institusi Polri maka meminta untuk Kapolri dan segenap jajaran Polri agar segera melakukan perbaikan.

Saya yakin polisi bisa menyelesaikannya dengan baik dan profesional. Kemudian, saya berharap pejabat tinggi polisi untuk tidak terjun ke politik karena masih dibutuhkan kerja profesionalnya untuk membangun  Polri lebih baik.

Kejadian di Rutan Mako Brimob menjadi pembelajaran bagi Polri  karena kejadian itu terjadi di Markas Besar Brimob kebanggaan Polri.

Oleh : Ir Rudi Kadarisman

Komentar Anda

Komentar Anda