Indonesia Bisa Petik Pelajaran dari Kemenangan Mahathir

CEROBONGASAP.COM – Perdana Menteri (PM) Malaysia saat ini dijabat Mahathir Bin Mohamad. Lelaki berusia 93 tahun ini sukses mengalahkan PM sebelumnya Najib Razak yang berstatus incumben.

Diketahui, aliansi partai oposisi, Pakatan Harapan, pimpinan Mahathir berhasil memenangkan 113 dari 222 kursi parlemen. Sementara koalisi pemerintahan Najib Razak yang berkuasa, Barisan Nasional (BN), hanya meraih 79 kursi. Itu artinya, Mahathir kembali merebut kursi jabatan sebagai PM Malaysia yang pernah dijalaninya selama 22 tahun.

Seperti dilansir Republika.co.id, hanya sedikit yang memperkirakan Mahathir akan menang melawan koalisi Najib yang telah lama mengandalkan dukungan dari mayoritas etnis Melayu di negara itu. Namun, ia menggandeng politikus Anwar Ibrahim yang sedang dipenjara, dan bersama-sama mengeksploitasi kekecewaan publik atas skandal korupsi multi-miliar dolar yang telah menyeret Najib sejak 2015.

Artinya, Mahathir menang karena rakyat yang menginginkan. Lihat saja, di usianya yang sudah 93 tahun, rakyat tahu bahwa Mahathir tidak akan maksimal memimpin Malaysia. Tapi, rakyat Malaysia berharap dengan Mahathir sebagai pribumi yang punya idealisme dan punya andil besar dalam membangun negara Malaysia.

Pembangunan itu bisa dilakukan dengan mengekstafet kepimpinannya kepada orang yang dianggap mampu memimpin bangsa ini kedepan. Membangun bangsa yang lebih baik agar Malaysia tidak lagi dikuasai bangsa lain secara ekonomi.

Banyak hal yang bisa dipelajari dari kemenangan Mahathir. Bangsa ini tidak perlu terus terbelenggu dengan penguasa yang hanya memberikan janji belaka. Tentunya, kita harus jeli dalam mengamati dan memetik pelajaran dari hal tersebut.

Oleh : Rudi Kadarisman

Komentar Anda

Komentar Anda