INILAH AHY Sang Pemimpin Baru Punya Visi Keindonesian

1. Kita semua pernah mendengar tentang Sumpah Palapa. Sebuah sumpah yang diikrarkan Gajah Mada pada acara pengangkatan dirinya menjadi Patih Amangkhubumi Majapahit, pada tahun 1258 Saka (1336 M). Sumpah tersebut ditemukan dalam teks Jawa Pertengahan Pararaton. pic.twitter.com/nEsCCLA7e0

2. Sira Gajah Madapatih Amangkubhumi tan ayun amuktia palapa, sira Gajah Mada: “Lamun huwus kalah nusantara isun amukti palapa, lamun kalah ring Gurun, ring Seran, Tajung Pura, ring Haru, ring Pahang, Dompo, ring Bali, Sunda, Palembang, Tumasik, samana isun amukti palapa”.

3. Terjemahannya: Dia Gajah Mada Patih Amangkubumi tdk ingin melepaskan puasa. Ia Gajah Mada, “Jika telah mengalahkan Nusantara, saya (baru akan) melepaskan puasa.

4. Jika mengalahkan Gurun, Seram, Tanjung Pura, Haru, Pahang, Dompo, Bali, Sunda, Palembang, Tumasik, demikianlah saya (baru akan) melepaskan puasa”. pic.twitter.com/ya3Od4QVgH

5. Adapun Gurun, Seram, Tanjung Pura, Haru, Pahang, Dompo, Bali, Sunda, Palembang, dan Tumasik jika dirangkai akan menjadi satu kesatuan, akan menjadi yang namanya Nusantara.

6. Jadi bisa dikatakan sumpah yang dilakukan Patih Gajah Mada tersebut adalah ikrar untuk menyatukan Nusantara. pic.twitter.com/Flc129cAH8

7. Mengulas sumpah Gajah Mada tersebut saya langsung teringat dengan sosok pemimpin muda yang diharapkan bisa menjadi pemimpin Indonesia kedepan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Memang santer diberitakan anak sulung SBY ini bakal menjadi Capres maupun Cawapres di tahun 2019.

8. Bahkan dalam beberapa laporan survei yang terpercaya, namanya masuk dalam top three yang tertinggi elektabilitasnya.

9. Kendati demikian, AHY tidak segampang itu untuk jumawa dan berpuas diri. Dia punya visi sendiri untuk dapat memimpin Indonesia kedepan.

10. Ia saat ini lebih memilih menjemput aspirasi, berempati di tengah masyarakat, dan mendapatkan dukungan masyarakat dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas sampai pulau Rote

11. Ia telah berkunjung, bersilaturahmi dan diterima baik oleh ratusan ulama serta masyarakat di Aceh. AHY juga diterima baik oleh saudara kita di ujung timur, Papua.

12. Hingga saat ini, AHY terus bergerilya, berjuang bersama masyarakat kalangan bawah untuk menyuarakan jeritan dan penderitaan rakyat. pic.twitter.com/xgmcvq2zsM

13. AHY layaknya Gajah Mada sama-sama mempunyai visi yang besar. Jika Gajah Mada rela berpuasa dan menahan lapar untuk visinya menyatukan Nusantara

14. AHY lebih memilih berjuang dengan rakyat dari Sabang sampai Merauke daripada bercerita dan cawe-cawe di depan media tentang kemungkinannya menjadi capres maupun cawapres.

15.S.R. Levine & M.A. Crom menulis bahwa keterampilan “mendengarkan” adalah satu-satunya keterampilan yang paling tertinggi dari semua keterampilan berkomunikasi yang ada.

16. Keterampilan ini melebihi keterampilan berorasi yang berapi-api, lebih penting daripada suara yang penuh kuasa, lebih penting daripada kemampuan menulis dengan segudang kata-kata yang menawan.

17. Keterampilan inilah yang hilang dari banyak politisi maupun pejabat penyelenggara yang ada saat ini. pic.twitter.com/Tzftt6RMT0

18. Langkah AHY yang berempati dan menjadi pendengar keluh kesah masyarakat adalah sebuah dedikasi pemimpin masa depan yang layak diapresiasi.

19. Di tengah ketulian dan kebutaan rezim atas penderitaan rakyat, AHY mampu memberikan harapan bagi setiap masyarakat yang dikunjunginya untuk terus dan bangkit melawan keterbatasan yang ada.

20. AHY adalah sumber harapan baru. Ia adalah asset bangsa yang harus dijaga bersama. Semoga AHY terus dengan ikhtiarnya berjuang bersama rakyat. pic.twitter.com/AGMiRJcsPe

 

sumber : https://chirpstory.com

Komentar Anda

Komentar Anda