Jadi Calon Bupati, Ketua PWI Pusat Ingin Tiru Ilmu SBY

 

Calon Bupati Tulung Agung, Margiono, mengaku ingin belajar banyak dari kepemimpinan Presiden RI ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Ketua PWI Pusat itu menilai, SBY merupakan sosok yang tulus mencintai rakyat, bukan karena pencitraan.

 

Hal tersebut diungkapkan Margiono dalam acara silaturahmi ketua umum Partai Demokrat dengan ribuan kader dan tim pemenangan pasangan Margiono-Eko Prisdianto di Barata Hall, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, Sabtu (23/2/2018).

 

“Siapapun yang pernah bertemu dengan beliau pasti merasa tersanjung. Rendah hati dan mau mendengarkan suara rakyat kecil. Ilmu itulah yang ingin saya petik dari beliau,” sebut Margiono.

 

Ia lalu bercerita saat awal mula ia berkenalan dengan SBY. Kala itu Margiono diundang ke kediamannya dan berbincang di ruang perpustakaan pribadi.

 

“Saat itu Pak SBY belum jadi presiden. Tapi kesan pertama yang saya dapat saat itu, beliau saat terbuka dan ramah terhadap orang kecil seperti saya,” kata mantan wartawan Jawa Pos itu.

 

Setelah SBY menjabat Presiden RI, Margiono mengaku ditelpon oleh salah seorang staf khusus SBY. Ia diminta memberi masukan tentang nama-nama menteri dan posisi apa yang cocok bagi mereka.

 

“Awalnya saya kaget juga, tidak mengira diminta masukan untuk kebijakan yang sangat penting seperti ini. Tetapi akhirnya tetap saya berikan,” ujarnya.

 

“Ada 17 nama yang saya serahkan, dan 15 di antaranya dipilih oleh Pak SBY. Meski saya yakin ini hanya kebetulan. Penyesalan saya hanya satu, kenapa nama saya tidak ikut saya serahkan kala itu,” candanya.

 

Cinta Rakyat

 

Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) membalas pujian Margiono dengan memberikan apresiasi yang tinggi. SBY mengaku memberikan dukungan di Pilkaa 2018, lantaran Margiono marupakan sosok yang cinta dengan rakyat.

 

“Saya sudah mengenalnya selama 14 tahun. Karena itu saya tahu, jika Pak Margiono terpilih nanti, ia akan menjadi pemimpin yang mencintai masyarakatnya,” papar SBY.

 

Menurut SBY, seorang pemimpin apapun hebatnya, harus memikirkan nasib rakyat yang dipimpinnya. Kecintaan pada rakyat itu adalah modal awal yang tidak tergantikan.

 

“Dulu sebelum pemilihan presiden 2004, saya hadir di sini untuk menonton pergelaran wayang bersama sahabat saya ini. Sekarang saya ingin balas jasanya. Malam ini kami akan kembali menonton wayang bersama. Semoga setelah itu ia juga terpilih menjadi bupati Tulung Agung 2018,” harap SBY.

Komentar Anda

Komentar Anda