Jalan Margonda Banjir, Rudi Kadarisman: Pemerintah Harus Lakukan Normalisasi

RAJAWALI.ID – Hujan yang mengguyur Kota Depok, Jawa Barat, sejak Sabtu (19/5/2018) dan Minggu (20/5/2018) berdampak buruk ke Kota Belimbing tersebut. Pasalnya, hujan deras itu mengakibatkan sejumlah Kota Depok terendam air.

Mirisnya, Jalan Raya Margonda, yang menjadi jantung Kota Depok pun terendam banjir setinggi 50 centimeter. Hal ini membuat arus jalan raya menjadi macet. Bahkan, banjir tersebut menjadi sorotan di media sosial. Tak sedikit para warganet melontarkan protes keras kepada Pemerintah Kota Depok.

Salah satu politisi Partai Demokrat, Rudi Kadarisman, juga memperhatikan hal tersbut. Meurutnya, pemerintah harus segera melakukan normalisasi agar tak kembali terjadi banjir di Kota Depok.

“Banjir itu jadi problem di setiap daerah. Persoalannya, tidak pernah dibuat tata ruang kota untuk persoalan drainase. Sederhananya gini, hari ini kota Depok lebih prioritas dalam pembangunan jalan. Tapi, dalam konteks ilmiah seorang insinyur, sebelum dilakukan pembentukan jalan harus disiapkan lebih awal drainase, saluran. Ekstrimnya meneteskan air dari Kota Depok, setetes air itu berjalan sampai ke lautan, itu yang benar dalam struktur drainase, tapi susah,” ujar Rudi yang saat ini menjabat sebagai Ketua Divisi Keamanan Internal DPP Partai Demokrat tersebut kepada Rajawali.id.

Ia menambahkan, saat ini Pemerintah Kota Depok lebih memprioritaskan kepentingan pengembang untuk membangun perumahan. Namun, tidak dipikirkan dampaknya.

“Karena tata kota yang tidak direncanakan dengan baik oleh Depok. Karena dulu tidak pernah terencanan dengan baik, maka justru diprioritaskan kepada pembangunan-pembangunan perumahan yang berpikirnya hanya pada kepentingan pembangunan perumahan itu sendiri. Daerah sekitarnya yang sebagai daerah penunjang tidak dipikirkkan bahwa salurannya lari ke mana,” katanya.

Menurunya, fungsi saluran air kurang berjalan dengan sempurna. Hal ini membuat fungsi kali yang ada di Depok pun tak berjalan dengan baik.

“Saluran air tidak jalan, tidak ada sodetan-sodetan kepada drainase yang lebih besar, kiriman banjir dari bogor, mungkin hujan yang besar menandai bahwa saluran tidak pernah baik. Solusinya, lakukan kampanye normalisasi, perbaikan saluran dicek kembali. Kota Depok harusnya sudah paham. Kalau gak, akan terus berulang,” pungkasnya.

Komentar Anda

Komentar Anda