Jebolan Harvard, AHY Berpotensi Samai Prestasi Barack Obama

Presiden ke 44 Amerika Serikat Barack Obama merupakan lulusan Harvard Universty dengan gelar JD pada tahun 1998. Sebagai lulusan kampus ternama ini, Obama mampu mengukir prestasi sebagai presiden kulit hitam pertama di negara adidaya tersebut. Obama dapat meyakinkan rakyat Amerika bahwa demokrasi dibangun atas dasar persamaan dan kesetaraan.

Tidak hanya satu periode, kepercayaan publik Amerika kepada lulusan Harvard ini mengantarkannya menjadi presiden AS untuk kedua kalinya di tahun 2013. Histori masa kecil Obama yang dekat dengan Indonesia tentunya membawa motivasi tersendiri bagi calon pemimpin Indonesia. Tidak ada yang tidak mungkin, ras, warna kulit, dan usia bukanlah penghalang untuk kita bisa berkarya. Tercatat ketika Obama pertama kali jadi Presiden AS, ia berumur 48 tahun dan jauh lebih muda dari calon presiden lainnya saat itu.

Di Indonesia sendiri, hari ini ada anak muda berbakat yang juga satu almamater dengan Obama. Ia lulusan Harvard University dengan gelar Master of Public Administration pada tahun 2010. Panggilan pengabdian untuk masyarakat Indonesia membuatnya meninggalkan kepangkatan dan fasilitas yang ada padanya.

Ya, Agus Harimurti Yudhoyono atau yang akrab disapa AHY. Semenjak meninggalkan seragam militer, AHY fokus menjajaki pelosok negeri untuk menjemput dan menyerap aspirasi masyarakat. Tidak hanya Jawa, dari Sabang sampai Merauke disambanginya demi mewujudkan visi kesetaraan.

Umur yang muda tidak membuatnya kaku dalam pergaulan dengan yang lebih tua. Saya melihat, kedewasaan AHY melebihi umurnya. Kesantunan menjadi ciri khasnya dalam setiap perjumpaan baik itu dengan masyarakat maupun dengan para elite.

Jika hari ini ada yang berpendapat AHY belum layak jadi presiden karena belum berpengalaman, menurut saya itu salah besar. Secara alamiah, tidak ada orang yang terlahir menjadi pemimpin. Kesempatan dan kepercayaanlah yang membuat seseorang layak jadi pemimpin.

Pemimpin besar dilihat dari visi dan misinya. Meminjam istilah Rocky Gerung, “lingkar otak” juga harus memadai untuk mengurus lebih 200 juta penduduk Indonesia. Selain itu integritas menjadi hal yang utama untuk menjadi pertimbangan. Dengan latar belakang keluarga militer, maka integritas AHY dalam menjaga NKRI dalam bingkai kesatuan tidak diragukan lagi.

Dengan dominasi pemilih muda di Pemilu 2019, maka sudah selayaknya suara itu diwakili oleh kandidat muda juga. Jangan sampai kepemimpinan Indonesia kedepan malah melawan kehendak zaman. Sudah tidak zaman lagi yang muda selalu mengalah. Saatnya yang muda ukir prestasi.

 

Sumber : www.kompasiana.com

Komentar Anda

Komentar Anda