Kronologi Tragedi Teror Mei 2018

CEROBONGASAP.COM – Indonesia mencekam di tahun 2018. Pasalnya, situasi itu terjadi karena aksi teror yang dilakukan oleh para teroris di sejumlah lokasi di Indonesia.

Para oknum yang menunggangi salah satu agama atas nama jihad ini, membuat lara masyarakat Indonesia. Entah apa motivasinya, namun berbagai teror yang memakan korban jiwa tak berdosa dilakukan secara beruntun.

Pertama, para narapidana teroris membuat kerusuhan di Rumah Tahanan Markas Komando Brimob Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, Selasa (8/5/2018) malam. Peristiwa itu memakan enam anggota Densus 88 menjadi korban. Sebanyak lima orang meninggal dunia, satu orang mengalami luka serius. Sementara, satu narapidana teroris tewas. Polisi butuh waktu lebih dari 48 jam untuk menyelesaikan kerusuhan tersebut.

Empat hari berselang, Sabtu (12/5/2018), aksi teror di Mako Brimob kembali geger di media sosial. Diduga dua wanita ingin melakukan penusukan terhadap polisi, namun berhasil diamankan petugas.

Esok harinya, Minggu (13/5/2018) pagi, ledakan bom terjadi di tiga gereja sekaligus di Surabaya, Jawa Timur. Pertama, Gereja Santa Maria Tak bercela, Ngagel, meledak. Kemudian disusul ledakan kedua di Gereja Diponegoro dan terakhir di gereja GPPS Arjuno Sawahan. Mirisnya, pelaku peledakan tiga gereja tersebut terdiri dari satu keluarga. Akibat ulah keluarga Dita Oepatrio tersebut, 18 orang tewas, termasuk enam pelaku, dan 39 orang terluka.

Dalam suasana yang masih berkabung di Jawa Timur, di hari yang sama dengan peledakan tiga gereja di Surabaya, sekitar pukul 21.30 WIB, bom meledak di Rusunawa Wonocolo, Sidoarjo. Diketahui, bom itu milik Anton Ferdiantoro (46) dan meledak tidak sengaja. Dalam peristiwa ini, Anton, beserta istri dan satu anaknya tewas. Sedangkan tiga anaknya selamat dan dilarikan ke rumah sakit.

Tak berhenti sampai di situ, Surabaya semakin mencekam. Kali ini, sejumlah teroris melakukan penyerangan di Polrestabes Surabaya pada Senin (14/5) pagi. Penyerangan tersebut dilakukan oleh keluarga Tri Murtiono (50), dengan meledakkan bom bunuh diri di pintu masuk. Istri dan kedua anaknya pun ikut tewas bersama Tri, namun anak bungsunya yang berumur 8 tahun selamat.

Selanjutnya, aksi teror gemparkan Indonesia. Para teroris kali ini melakukan penyerangan di Markas Polda Riau, Pekanbaru, Rabu (16/5), sekitar pukul 08.30 WIB. Lima teroris bersenjata tajam menyerang Mapolda Riau mengunakan mobil Avanza putih. Teroris tersebut mencoba menerobos ke gerbang Mapolda. Empat pelaku langsung ditembak mati sesaat setelah insiden itu dan satu pelaku terluka. Seorang lainnya yang menyetir mobil juga berhasil diamankan. Dua orang polisi luka-luka karena insiden itu, dan seorang polisi meninggal dunia karena ditabrak mobil tersebut. Selain itu, satu orang jurnalis tertabrak dan dilarikan ke rumah sakit.

Komentar Anda

Komentar Anda