Penantian Panjang Hinca Pandjaitan

CEROBONGASAP.COM – Kagum. Mungkin itu kata yang tepat untuk meluapkan rasa bangga kepada seorang Hinca Pandjaitan. Politisi yang menjabat sebagai Sekretaris Jendral Partai Demokrat ini ternyata punya kesabaran yang luar biasa.

Bagaimana tidak, di balik pembawaannya yang terbilang ceplas ceplos, Hinca merupakan sosok seorang ayah yang patut dicontoh. Pasalnya, lelaki 53 tahun ini rela menunda mendapatkan gelar Doktor selama tujuh tahun demi mendapatkan momen yang paling berharga bersama sang anak, yaitu bisa wisuda bersama.

Tentunya, itu bukan hal yang wajar dilakukan. Mengingat, untuk menyelesaikan pendidikan S3 saja bukanlah perkara yang mudah. Apalagi, lelaki kelahiran September 1964 ini bisa menunda gelar prestisius yang sudah ada di depan mata.

“Tak banyak bisa begini. saya sudah selesaikan Doktoral saya pada tahun 2011 di FH UPH (Fakultas Hukum Universitas Pelita Harapan). Saya menunggu 7 tahun kemudian, sampai 9 Juni 2018, agar bisa wisuda bersama dengan anak kedua saya Qhanszelir GBP Pandjaitan XIV yang populer dengan panggilan Tio Tiopan yang menyelesaikan studi Hubungan Internasional di kampus yang sama,” tutur Hinca kepada saya.

“Jadilah kejadian langka ini, bapak dan anak diwisuda bersama, yang satu Dr Ilmu Hukum dan yang satu SSos sarjana S1 sosial,” sambungnya.

Dalam suasana yang gembira bercampur haru, Hinca menceritakan caranya mendidik anak. Menurutnya, memotivasi anak untuk pendidikan merupakan suatu hal yang sangat diperlukan.

“Begitulah saya mendidik anak ini (Tio) sejak ia masuk SMA Kanisius Jakarta untuk terus menimba ilmu untuk masa depannya. (Aku akan kalahkan kau pa di tempat yang sama), katanya berhasrat menumbangkan 3,97 IPK Doktoral saya yang masuk kategori Summa cumlaude. Ia akan meneruskan S2 tahun ini juga dan berikhtiar meraih S3 sebelum usianya 30 tahun. Semoga berhasil Iel. Terimakasih Tuhan,” katanya.

Momen ini jelas merupakan kisah yang menginspirasi kaum lelaki, khususnya seorang ayah. Itu artinya, peran orang tua memiliki pengaruh yang sangat besar untuk kemajuan dan kesuksesan sang anak. Karena dengan terus mendampingi dan memberikan kasih sayang, anak akan terhindar dari kenakalan remaja yang bisa membuat resah Bangsa Indonesia.

Oleh : Rudi Kadarisman

Komentar Anda

Komentar Anda