PROFIL CEROBONG ASAP

logo-komunitas-cerobong-asap
Logo Komunitas Cerobong Asap

Pemilihan Kepala Daerah (PILKADA) DKI Jakarta merupakan magnet politik paling kuat dibandingkan semua daerah di Republik. Hal itu dikarenakan Jakarta adalah miniatur Indonesia dalam pelbagai aspek kehidupan.

Jakarta sebagai sentra kehidupan ekonomi dan politik memiliki beragam kebudayaan dan etnis, suku dan agama. Ada orang Jawa, Betawi, Flores, Batak, Tionghoa, Minahasa, dan sebagainya. Ada Islam, Katolik, Kristen, Hindu, Buddha, dan segala macam aliran kepercayaan. Semua menyatu di bawah rahim Ibukota ini.

Di tengah menghangatnya gelanggang pertarungan perebutan DKI Jakarta 1, semua mata tertuju kepada Ibukota. Bahkan sebelum itu, fenomena-fenomena dan geliat politik Ibukota menghiasi halaman depan surat kabar dan menjadi tranding topik di media sosial.

Mengapa Komunitas Cerobong Asap?

Gagasan ini berangkat dari fakta sosial, khusunya di Jakarta. Keterlibatan dalam ruang politik praktis itu harus dilandasi oleh spirit.

Semangat inilah yang mendorong Ruddy Kadarisman, Gustav Tamo Mbapa, John Paul Arianto, Yeriko Fernando, Frans Sinaga, Jeffry S, Afred Edomeko, Celestino Reda, Joe Fariady, Erick, Nicko, Michael Roberto, Dionisio D Tonce, Grace, Agnes Silvi, Rhomy Dellan dan Felix Purba membentuk gerakan KOMUNITAS CEROBONG ASAP dan Hinca Pandjaitan sebagai penasehat di komunitas ini.

Inisiator dalam Komunitas ini ialah para pemuda yang berdomisili di Jakarta dan sekitarnya. Dengan semangat, mereka ingin agar kaum muda mampu membawa cinta kasih di tengah kebhinekaan yang ada khususnya di Ibukota tercinta.

Kaum muda harus menjadi sumber dan media bagi pewartaan kebenaran di tengah masyarakat. Oleh sebab itu, nama Cerobong Asap digunakan dalam komunitas ini. Mengingat, fungsinya sebagai medium yang menandakan bahwa terdapat kehidupan disana.

Komunitas Cerobong Asap merupakan sumber informasi, media pewarta kebenaran nilai dan norma kepada masyarakat DKI Jakarta. Melalui Komunitas Cerobong Asap, mampu mengaktualisasi diri melalui hak-hak politik yang dimilikinya.

Tujuan Gerakan Komunitas Cerobong Asap

Maksud pendirian Komunitas Cerobong Asap tidak bisa dilepaskan dari pertarungan pilkada DKI Jakarta. Ahok-Djarot, Anies-Sandiaga, dan Agus-Sylviana adalah kandidat-kandidat yang ditawarkan oleh partai politik kepada masyarakat pada 15 Februari 2017.

Dari semua kandidat yang ada, kami merasa Agus Harimurti Yudhoyono merupakan sosok yang sesuai dengan nilai-nilai gerakan ini. Memang Agus merupakan pendatang baru dalam percaturan politik Indonesia, tapi fakta itu menunjukkan pula, bahwa ia belum terkontaminasi oleh praktik-praktik politik selama ini. Selain masih baru, Agus juga masih muda dan dianggap sebagai calon pemimpin yang akan bersinar terang di masa depan.

Karena alasan tersebut, segelintir anak muda Cerobong Asap menginisiasi sebuah komunitas kaum muda untuk mendukung Agus-Sylviana dalam pilkada mendatang. Alasannya sederhana: Agus merupakan pendatang baru yang rekam jejaknya masih bersih. Ia tidak terbebani masalah-masalah masa lalu. Sebaliknya, ia akan membuka lembaran baru masa depan Jakarta yang lebih baik.

Jakarta butuh udara segar dari polusi wacana politik yang penuh caci-maki dan kemarahan. Jakarta mendambakan pemimpin muda yang cerdas, gagah dan berwibawa, berani dan jujur. Agus dianggap memiliki kriteria-kriteria tersebut. Maka dari itu, Cerobong Asap memutuskan mendukung Agus di pilkada DKI Jakarta. Mereka menaruh harapan dan perubahan di pundak calon pemimpin muda Ibu Kota, sembari tetap berpegang teguh pada nilai dan norma yang ada.

Komentar Anda