Rakyat Ber (Satu) Tak Bisa Dikalahkan

“Rakyat bersatu, tak bisa dikalahkan!” berasal dari sebuah lagu perjuangan di Amerika latin: “¡El pueblo unido, jamás será vencido!” Diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris menjadi: “The people united will never be defeated”.

Lagu “¡El pueblo unido, jamás será vencido!” diciptakan oleh seorang komponis revolusioner Chile, Sergio Ortega. Dia adalah pendukung gerakan sosialis dan komunis. Dia juga anggota sebuah gerakan kebudayaan bernama Nueva Canción Chilena (nyanyian baru).

Sergio memang kerap menciptakan lagu-lagu revolusioner. Dia juga yang membuat lagu kampanye Salvador Allende, seorang sosialis yang menang pemilu di Chile, tahun 1971. Lagu itu diberi judul “venceremos” (Rakyat pasti menang).

Nueva Canción sendiri berkontribusi besar dalam memenangkan Allende di pemilu Chile 1970. Di Indonesia dalam konteks kehidupan berbangsa dan bernegara, kita juga sering mendengar pekikan tersebut di setiap kesempatan, baik saat aksi demonstrasi maupun panggung kampanye. Seruan untuk bersatu sungguh penting untuk membangun soliditas kerakyatan. Persatuan adalah kunci pembangunan dan kemajuan sebuah bangsa.

Pekikan ini semakin lantang kita dengarkan dalam kontestasi Pilkada DKI Jakarta. Atas dasar keprihatinan terhadap situasi Jakarta. Rakyat mulai menunjukan taringnya. Perasaan senasib sepenanggungan karena kebijakan pemerintah yang menindas, menjadikan rakyat memiliki semangat perlawanan yang sama.

Berkeliarannya cukong asing yang datang mengeruk SDA kita dengan investasi besar-besaran, memungkinkan rakyat menjadi penonton di negerinya sendiri. Segala alat produksi dikuasai oleh sejumlah orang saja. Distribusi pendapatan yang senjang menyebabkan terus menganganya si miskian dan kaya. Jakarta bukan lagi milik rakyat melainkan milik sekelompok orang bermodal.

Untuk itu, dengan memanfaatkan proses demokrasi yakni Pilkada untuk memilih Gubernur dan Wakil Gubernur yang baru, dengan sebuah kesadaran bersama. Ber (Satu) para rakyat adalah kunci kemenangan yang absolute untuk melawan apapun. Menjelang pemilihan di tanggal 15 esok, gejala Ber(satu)nya rakyat mulai kelihatan. Mereka sadar tidak ingin lagi dibohongi dan dikuasai oleh pemimpin yang kasar,rakus dan tak tahu asal usul yang jelas. Rakyat membutuhkan sentuhan pemimpin baru yang memiliki jiwa kerakyatan dan tentu dengan asal-usul yang jelas.

Akhirnya, jika rakyat Ber(Satu) maka apapun halangan dan rintangan dapat dikalahkan. Memilih Ber(Satu) adalah perwujudan dari kemenangan rakyat. Ayo Ber(Satu)

(KCA)

 

Komentar Anda

Komentar Anda