Safari Politik SBY Dikritisi, Kader Demokrat: Orang PDIP Belum Sampai Pikirannya

 

Safari Politik yang dilakukan Partai Demokrat di Jawa Timur mendatap tanggapan sinis dari Ketua DPC PDIP Surabaya, Whisnu Sakti Buana. Menurut Whisnu, apa yang dilakukan SBY – AHY itu mirip jalan-jalan dan tidak berpengaruh secara politik di Jatim.

Mendapat tanggapan tersebut, Politisi Partai Demokrat kembali menanggapainya dan mengatakan jika safari politik yang dilakukan Partai Demokrat membuat gerah partai berlambang kepala banteng tersebut.

Kepala Divisi Advokasi dan Bantuan Hukum DPP Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaen mengatakan, PDIP resah dengan apa yang dilakukan partai Demokrat di Jawa Timur lantaran PDIP tidak memliki kemampuan membaca gerak gerik partai berlambang mercy tersebut.

Ferdinand menilai hal itu merupakan salah satu bukti nyata bahwa PDIP tidak mampu menalar gaya berpolitik SBY – AHY. “Nalarnya ketua DPC itu tidak mampu menjangkau apa yang sedang dimainkan Demokrat, SBY dan AHY, ” kata Ferdinand di Surabaya, dalam pernyataan Senin (2/4).

Ia juga menilai, sepertinya PDIP sedang kepanasan di Jatim dengan hadirnya atau turun gunung yang dilakukan SBY dan AHY dalam rangka memenangkan pasangan calon (Paslon) Khofifah Indar Parawansa-Emil Elistianto Dardak di Pilgub Jatim 2018, dan juga persiapan menjelang pemilu 2019.

“Safari yang di bagi dalam 2 rombongan ini memiliki tajuk masing-masing. Rombongan SBY dengan hastag #SBYTourDeJatim, sedangkan AHY dengan hastag #AHYSambangJatim,” ujarnya.

Kedua rombongan tersebut menurut Ferdinand, akan menyisir seluruh wilayah kabupaten atau kota yang ada di Jatim, untuk memenangkan Pilkada serentak pada Juni 2018, dan menaikkan elektabilitas Demokrat secara umum menjelang pilpres 2019.

“Inilah tampaknya yang membuat PDIP kepanasan dan merasa terpukul dengan turunnya SBY-AHY, ” ucapnya.

Hal itu juga terbukti, kata dia, saat ini pasangan Kofifah-Emil yang diusung oleh sejumlah partai politik koalisi dan Demokrat telah meninggalkan elektabilitas lawannya yang cukup jauh, dalam hal ini pasangan Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dan Puti Guntur Soekarno mengalami kekalahan berdasarkan hasil survei.

“Jadi kalau PDIP bilang mirip jalan-jalan, kami jadi tertawa. Sebab ternyata mereka (pihak PDIP) tidak mampu menalar gaya berpolitik yang dilakukan Demokrat,” tegasnya.

Komentar Anda

Komentar Anda