Salut Lihat SBY Bermalam di Hotel Bertarif Rp200 ribu di Batang

Lewat jam makan malam saya melintasi Jl. Jendral. Sudirman Kabupaten Batang, Jawa Tengah. Saya dalam perjalanan menuju Pekalongan, setelah siang tadi menyelesaikan satu urusan pelik di Kendal.

Tak disangka, saya menemukan kejadian mengejutkan menjelang SMP 1 Batang. Ada iringan-iringan tak seberapa panjang di belakang saya. Dari kaca depan, saya bisa melihat bis bergambar SBY besar-besar itu. Saya agak menepi, memberikan ruang agar rombongan itu bisa dengan mudah menikung ke sebarang jalan, masuk ke kawasan Hotel Sendang Sari Indah.

Saya sudah mendengar kalau SBY sedang melakukan tour de java. Saya baca di media sosial, kemarin rombongan itu sudah melintasi Jawa Timur, lalu Yogyakarta, dan sekarang masuk Jawa Tengah. Batang jadi salah satu titik persinggahan safari politik Ketua Umum Partai Demokrat itu.

Tapi masak sih, Presiden RI ke-6 menginap di hotel bintang 2? Hotel dengan tarif Rp 200 ribu per malam? Rasa-rasanya kok tidak masuk akal. Kenapa SBY tidak menginap di hotel mewah di Pekalongan saja? Toh jaraknya paling banter sejam perjalanan lagi. Hari juga belum sampai jam delapan malam, masih cukuplah waktu untuk mengejar kamar hotel yang lebih layak buat seorang presiden. Kalaupun ada kegiatan di Batang, bisalah disikapi dengan berangkat sedikit lebih pagi dari Pekalongan.

Keraguan saya langsung patah saat melihat beberapa paspampres berambut cepak tampak berjaga-jaga di pekarangan dan pintu gerbang hotel. Ini pertanda SBY benar-benar menginap di Hotel Sendang Sari Indah itu.

Saat melihat para paspampres itu langsung bersikap sempurna saat bis besar itu melaju di depan hidung mereka, barulah saya tersadar. SBY bukan hanya menginap di hotel bintang 2, SBY juga naik bis bersama-sama rombongannya.

Apa ini pencitraan? Saya buka google. Tidak ada satupun berita yang membahas SBY menginap di hotel bintang 2. Penasaran, saya lacak di Twitter. Sami mawon. Akun-akun pro Partai Demokrat sedang asyik berkicau tentang kegiatan silaturahmi SBY dengan pengrajin kerupuk rampak di Kendal, sisanya mencuit AHY Sowan Jateng.

Tidak ada satu pun yang bicara SBY menginap di hotel murah di Batang. Seolah-olah ini adalah sesuatu yang biasa saja. Alamiah. Tidak perlu dibesar-besarkan.

Saat mulai kembali melajukan mobil saya, ada pikiran yang tebersit di benak saya. Seketika langsung terbit rasa salut saya kepada Presiden pendahulu Jokowi ini. Rupanya SBY bukan seperti pejabat yang maunya serba mewah, yang cuma bisa tidur di kamar hotel mewah bintang 5. Rupanya SBY adalah seorang yang sederhana, seorang pemimpin yang merakyat.

Persoalannya, saya kok belum pernah dengar sisi SBY yang seperti ini ya? Saya yakin sisi kebersahajaan SBY ini sudah ada sejak dulu. Mungkin jauh sebelum SBY terpilih dalam Pilpres 2004. Tapi kok belum pernah saya baca ada media yang menyiarkan sisi SBY yang satu ini? Apakah media luput menyiarkannya? Menganggapnya bukan sesuatu yang penting? Atau, jangan-jangan media massa memang sengaja.

Malam ini saya dapat pelajaran berharga. Menjadi seorang pejabat, tidak mesti harus sok-sokan. Apa adanya saja.

sumber: kompasiana.com

Komentar Anda

Komentar Anda