Seruduk Kantor Radar Bogor, PDIP Disarankan Contoh Demokrat

Ketua DPP Partai Demokrat Jansen Sitindaon menyesalkan langkah PDIP yang melakukan penyerangan atau menggruduk kantor berita harian Radar Bogor karena adanya pemberitaan yang dinilai tendensius.

Dalam pemberitaan itu, Radar Bogor menulis judul ‘Ongkang-ongkang Kaki Dapat Rp112 juta’ yang berkaitan dengan gaji Megawati selaku ketua pengarah Badan Penyelenggara Ideologi Pancasila (BPIP) yang digaji oleh negara per bulan Rp 112 juta.

Bagi PDIP, pemberitaan itu dianggap telah menyerang pribadi pimpinan mereka, hingga ratusan kader PDIP mengambil langkah tersebut.

“Kami Demokrat juga pernah mengalami hal yang sama seperti yang dialami oleh PDIP ini. Ketua Umum kami Pak SBY ketika itu diberitakan secara tidak tepat oleh Media Indonesia. Dan kami menempuh jalan ke Dewan Pers. Bukan menggeruduk,” kata Jansen saat dihubungi AKURAT.CO, di Jakarta, Kamis (31/5).

Dia memgaku memang panjang waktunya karena harus menyiapkan dalil untuk gugatan di DewanPers.

“Capek buat gugatan dan nyiapkan dalilnya di sidang Dewan Pers, tapi itulah keadaban yang disiapkan demokrasi dan sistem hukum kita di kasus sejenis ini,” jelasnya.

Mantan staf hukum Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu mengaku, langkah yang dilakukan oleh ratusan kader PDIP sangat kontras dengan yang dilakukan oleh Partai Demokrat dalam menyikapi pemberitaan media.

Atas dasar itu, Jansen berharap dengan kejadian ini, publik dan media bisa membuka matanya, bilang langkah Partai Demokrat sangat layak dicontohi.

“Semoga publik dan media lebih terbuka matanya, kalau cara-cara Demokrat lah yang harus ditempuh dalam menyikapi berita yang merugikan,” ucapnya.

 

sumber: akurat.co

Komentar Anda

Komentar Anda