Terkenang PNPM, Ribuan Warga Kendal: Terima Kasih Pak SBY

Jika ada yang bilang keharuman nama baik itu menembus ruang dan waktu, itu benar adanya. Di Desa Penanggulan, Pegandon, Kabupaten Kendal, saya saksikan sendiri, kemarin sore, 12 April 2018.

Ribuan warga desa langsung berduyun-duyun menyambut Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Ibu Ani Yudhoyono beserta rombongan saat memasuki gang sempit berukuran satu mobil itu. Shalawat badar bertalu-talu mengiringan sampainya rombongan #SBYTourDeJateng tiba di lokasi acara. Teriakan histeris terdengar dari segala penjuru.

Tapi yang paling menarik adalah saat sesi dialog SBY dengan masyarakat. Ada seorang warga bernama Ahmad Rifki yang mewakili masyarakat Desa Penanggulan untuk mengucapkan terimakasih kepada SBY.

Rupanya budi baik SBY sudah lebih dulu sampai ke Desa Penanggulan ketimbang SBY secara fisik. Program-program pro rakyat yang diluncurkan semasa pemerintah SBY amat dirasakan warga desa Penanggulan.

Salah satu yang paling banyak disebut adalah Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri. Untuk di Desa Penanggulan di sebut ada 2 proyek pembangunan saluran drainase pada tahun 2010 dan 2011, lalu ada pembangunan saluran pembuangan air hujan di persawahan tahun 2012, serta jalan lingkar pasar pada tahun 2013.

Namun PNPM Mandiri bukan cuma untuk infrastruktur pedesaan, tetapi juga untuk pembiayaan usaha rumah tangga. Di Kendal setahu saya salah satu program PNPM Mandiri Perdesaan adalah pembentukan kelompok Simpan Pinjam Perempuan dan Usaha Ekonomi Produktif di 16 kecamatan di Kabupaten Kendal.

Meski PNPM sudah dibubarkan warisan ini masih terasa di masyarakat. Program  Simpan Pinjam Perempuan dan Usaha Ekonomi Produktif  sekarang dikemas dalam bentuk Unit Pengelola Kegiatan (UPK) di tiap-tiap kecamatan. Aturannya, setiap UPK wajib menyisihkan 15 persen dari keuntungan untuk Dana Sosial dan ADD. Dari data yang saya baca total aset UPK ini per April 2017 sudah lebih dari Rp 52 milyar. Luar biasa bukan warisan dari PNPM Mandiri era SBY ini?

Tentu saja masih banyak program-program pro rakyat era SBY lainnya. Yang anggarannya besar, sampai puluhan triliun rupiah setiap tahunnya. Saya pikir SBY benar-benar paham apa yang diharapkan oleh rakyat, ya negara bersikap adil kepada semua kalangan, biar semua rakyat sejahtera.

Jadi, kalau sore kembali SBY dielu-elukan oleh masyarakat Desa Penanggulan, masih disambut bak Presiden yang tengah menjabat, ya wajar-wajar saja. Ini artinya program-program pro rakyat yang digelontorkan SBY benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Dan ini mengingatkan saya pada salah satu quote legendaris SBY itu. Keharuman nama baik kita, ada pada tekad dan semangat baja kita untuk menjadi yang terbaik.  Semasa memimpin Indonesia, dan hingga hari ini, SBY masih tetap berbuat yang terbaik bagi bangsa dan negara sehingga amat wajar apabila namanya terus hidup di sanubari rakyat Indonesia.

sumber: Kompasiana.com

Komentar Anda

Komentar Anda