Wayang Ki Enthus dan Nostalgia 14 Tahun di Tulungagung

 

Hujan lebat yang menguyur Kabupaten Tulungagung sejak sore, tak menyurutkan niat masyarakat menyaksikan pertunjukan wayang di Jalan Pinka, Kedungwaru, Sabtu (24/2/2018) malam. Kawasan wisata bagi masyarakat lokal yang merupakan singkatan dari Pinggir Kali.

 

Ribuan warga tumpah ruah menyaksikan pergelaran wayang yang dibawakan dalang kondang, Ki Enthus Susmono. Kian istimewa, karena pesta rakyat itu juga dihadiri Presiden RI ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

 

Kehadiran SBY di Kota Marmer ini merupakan bagian kegiatan safari politik selama sepekan di Provinsi Jawa Timur. Di daerah ini, SBY akan menutup rapat kerja daerah (rakerda) Demokrat Jatim, serta menyosialisasikan para kandidat yang diusung parpol ini di Pilkada 2018.

 

Sebelum datang ke acara wayang, SBY terlebih dulu singgah di kedai kopi. Bersama Ibu Ani, ia mencicipi secangkir kopi hitam. Keduanya juga berbagi cemilan kentang goreng dengan puluhan warga yang mengerumuni mantan pemimpin dan mantan ibu negara itu.

 

Usai ngopi, SBY yang ditemani Ketua DPD Demokrat Jatim, Soekarwo, calon Bupati Tulungagung, Margiono dan calon wakilnya, Eko Prisdianto, mendatangi acara wayang. Di hadapan ribuan warga, SBY sempat menceritakan nostalgianya di Tanah Tulungagung.

 

“14 tahun yang lalu, saat jadi calon presiden untuk pertama kali, saya nonton wayang bersama warga di sini jelang pemungutan suara. Tak lama setelah itu saya terpilih jadi Presiden RI. Jadi masa-masa itu sangat berkesan,” papar SBY.

 

Apalagi, kata SBY, sejak kecil ia sangat mengandrungi wayang. Ia mencintai seni pertunjukkan ini karena falsafahnya tinggi. Banyak keteladanan yang bisa dipetik dari dunia perwayangan.

 

“Satu falsafah yang selalu saya ingat adalah siapa yang baik dan benar akan menang. Begitu pula dengan mereka yang jahat dan salah, akan kalah. Memang godaan bagi orang baik itu luar biasa hebatnya, tapi jika berpegang teguh, tuhan pasti akan berikan jalan,” ujarnya.

 

Menurut SBY, bagi seorang pemimpin, ada tiga karakter yang mesti diteledani dari dunia wayang. Pertama, Semar. Pemimpin arif bijaksana yang mencintai rakyatnya.

 

“Kedua, Kresna. Cerdas, punya strategi dan taktik untuk memajukan kesejahteraan masyarakatnya. Ketiga, Arjuna. Bisa mengemban tugas. Jika tiga hal ini bisa diteladani, maka akan sukses jadi pemimpin,” tuturnya.

 

Usai bercerita, SBY juga mendoakan Margiono agar sukses dalam pilkada. Ia berharap sahabat lamanya ini bisa menjadi pemimpin yang amanah, mencintai dan dicintai masyarakatnya.

Komentar Anda

Komentar Anda